Situbondo – Ancaman kebakaran kembali menghantui kawasan Taman Nasional Baluran. Dua titik api muncul di wilayah Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Kamis (03/09/2026).
Namun, kobaran api tak dibiarkan berkembang. TNI bersama petugas gabungan langsung melakukan pergerakan cepat menuju lokasi dan berupaya menghentikan laju api sebelum merambah kawasan yang lebih luas.
Titik pertama berada di RPTN Bitakol Blok Panjaitan Grid 35. Api diketahui sekitar pukul 12.19 WIB setelah Tim Patroli Resort Bitakol melakukan patroli rutin.
Kobaran membakar seresah daun jati dan rumput kering di permukaan hutan. Luas area terdampak diperkirakan mencapai 4,37 hektare.
Petugas segera membawa peralatan pemadaman menuju lokasi. Dengan menggunakan 5 unit motor, satu mobil angkut personel, 11 gepyok, 7 parang dan satu jet shooter, tim melakukan pemadaman secara langsung.
Sekitar pukul 13.51 WIB, api berhasil dikuasai dan dinyatakan padam.
Di saat yang sama, ancaman lain muncul di RPTN Watunumpuk Blok Pengarengan Atas Grid 59. Asap terpantau melalui CCTV Karangtekok 1 sehingga tim deteksi dini segera menghubungi petugas di lapangan.
Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan menemukan titik api sekitar pukul 13.00 WIB. Pemadaman dilakukan menggunakan 8 sepeda motor, 9 gepyok, 4 parang dan satu drone untuk membantu pemantauan.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.43 WIB. Luas area yang terbakar di titik kedua mencapai sekitar 2,02 hektare.
Secara keseluruhan, kebakaran di dua lokasi tersebut mencapai 6,39 hektare, dengan vegetasi yang terbakar berupa hutan tanaman. Jenis kebakaran merupakan kebakaran permukaan dengan bahan bakar utama seresah daun jati dan rumput kering.
Sebanyak 23 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan kebakaran, terdiri dari TNI, Polhut, PEH, Manggala Agni, Operasional Umum serta MPA/MMP.
Setelah kobaran berhasil dijinakkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan dilakukan untuk memastikan bara api benar-benar mati, dilanjutkan pengamanan, sterilisasi dan patroli.
Cuaca panas serta kondisi hutan yang dipenuhi material kering menjadi perhatian serius karena dapat mempercepat penyebaran api. Pemantauan kawasan pun terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar sijago merah tidak kembali berulah.
Tidak ada korban jiwa maupun kerugian personel. Kawasan RPTN Bitakol dan RPTN Watunumpuk dinyatakan aman dan terkendali.
0 Komentar